Perawatan Pasca Operasi SC

Setelah dilakukan operasi SC barulah sekitar 3-5 hari ibu bisa pulang ke rumah dengan tetap

kontrol ke pelayanan kesehatan terdekat guna memantau kondisi luka operasi dan masa nifas sang ibu. Selama di Rumah Sakit, ibu nifas dengan post SC tetap di rawat gabung dengan bayi jika sang bayi sehat. Tetap menyusui bayi dengan segala ketidaknyamanan, rasa nyeri di luka operasi yang  dimilikinya demi kesehatan bayi. Ibu bersalin dengan Seksio Sesarea memerlukan masa pemulihan sekitar 6 minggu. Namun untuk seluruh luka terutama luka pada rahim biasanya akan pulih lebih lama bisa sampai dengan 2 tahun. Oleh karena itulah banyak tenaga kesehatan yang menyarankan untuk memberi jarak pada kehamilan berikutnya lebih kurang selama 2 tahun.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemulihan kondisi pasca operasi SC adalah:

1.     Nyeri luka operasi

Nyeri luka operasi adalah hal umum yang diderita oleh pasien pasca operasi. Nyeri dapat dikontrol dengan mengkonsumsi obat pereda nyeri yang telah diresepkan oleh dokter. Dapat juga dikurangi dengan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam. Nyeri luka operasi ini masih sering dirasakan dalam waktu yang lama sampai dengan penyembuhan luka di semua tempat selesai.

2.    Pentingnya mobilisasi

Bagi ibu nifas post SC tentu bergerak dari berbaring ke posisi duduk dan sebaliknya akan menimbulkan rasa nyeri. Namun ibu, perlu diketahui bahwa bergerak atau mobilisasi akan membantu penyembuhan luka operasi. Dengan bergerak, cairan atau darah yang seharusnya keluar dari luka operasi akan keluar dengan semestinya. Begitu juga dengan darah nifas, saat bergerak peredaran darah menjadi lancar. Dengan mobilisasi juga akan memperlancar proses pencernaan. Perlu diperhatikan untuk tidak mengangkat beban berat selama proses pemulihan.

3.    Menyusui bayi (Beri ASI saja selama 6 bulan)

ASI merupakan nutrisi utama bayi yang mengandung banyak nutrisi dan memenuhi sumua kebutuhan bayi. Berikan ASI pada sang bayi, dan jangan berikan tambahan makanan lain sebelum bayi berusia 6 bulan ke atas. Menyusui akan mengurangi resiko terkena kanker payudara. Menyusui eksklusif juga berfungsi sebagai kontrasepsi alami.

4.    Memenuhi asupan gizi

Penuhi asupan gizi ibu dengan nutrisi yang baik, meliputi makanan tinggi protein untuk penyembuhan luka, makanan tinggi serat dan air putih yang cukup untuk kecukupan Jumlah ASI.

5.    Perawatan luka operasi

Tetap mandi seperti biasa, keringkan luka setelah mandi.  Berpakaian longgar dengan bahan katun yang menyerap keringat

6.    Tanda bahaya infeksi luka dan tanda bahaya masa nifas

Kenali tanda-tanda infeksi seperti merah, gatal , bau, luka terbuka, keluar cairan dan nanah pada luka. Demam lebih dari 38?C, pusing kepala tidak tertahankan. Darah nifas (lochea) yang berbau busuk dan berwarna kehijauan. Pandangan kabur juga menjadi salah satu tanda bahaya nifas.

7.    Dukungan pasangan dan keluarga

Dukungan pasangan serta bantuan dari keluarga akan sangat diperlukan ibu yang dalam masa pemulihan pasca operasi SC. Beberapa aktifitas mandiri masih perlu dibantu, berikut tugas –tugas rumah tangga lainnya. Keletihan dan kecemasan karena terlalu banyak tugas di rumah akan mengurangi produksi ASI dan membawa stress serta depresi.

8.    Kontrol ke pelayanan kesehatan terdekat

Datanglah ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau kunjungi dokter anda untuk memeriksakan  kondisi luka, kesehatan anda dan sang bayi.

9.    Tetap gembira menghadapi tugas-tugas anda

Penting untuk menjalani masa pemulihan anda dengan, terima, gembira serta  jalani tugas-tugas anda sebagai ibu demi sang buah hati.

10. Nutrisi

Konsumsi makan-makanan yang mengandung tinggi kalori, tinggi protein seperti: putih telur minimal 6 butir/hari, ikan, ayam, daging, tahu, dan tempe. Perbanyak konsumsi sayur, buah dan diperbolehkan minum susu. Tidak disarankan minum jamu atau obat herbal.

        



















































































































Tanda-tanda Bahaya Bayi

  1. Bayi tampak kebiruan pada area bibir, wajah, telapak tangan, telapak kaki, dan kuku bayi.
  2. Bayi lemah dan malas menyusu ( kurang aktif)
  3. Bayi menangis lemah / merintih
  4. Bayi kejang
  5. Area tali pusat tampak kemerahan disertai demam.
  6. Jika bayi tidak BAB selama > 24 jam disertai muntah, dan perut membesar.

Perawatan Bayi Baru Lahir

  1. Menyusui per 2-3 jam. Setelah memberikan ASI/susu bayi disendawakan dengan cara menepuk bagian belakang punggung bayi.
  2. Perawatan tali pusat Tali pusat harus selalu bersih dan kering, tidak perlu dibungkus kasa, tidak boleh diberikan cairan antiseptic seperti alcohol, betadine dan ramuan herbal.
  3. Jemur bayi dibawah jam 09.00 WIB ±15 menit

Jika bayi demam atau suhu diatas normal ibu jangan panik, berikan ASI/susu pada bayi terlebih dahulu setiap 2 jam sebanyak 4-5 kali, gunakan baju dengan bahan yang mudah menyerap keringat, jangan bedong bayi saat bayi demam, pantau Kembali suhu menggunakan thermometer setelah pemberian ASI. Jika suhu 36,5 ®C-37,5 ®C, maka suhu normal. Jika telah ditatalaksana namun masih demam segera bawa ke fasililitas Kesehatan.

Persiapan Persalinan yang Tinggal Menghitung Hari

Seorang Ibu memang harus menyiapkan mental menjelang persalinan, karena bila tidak si Ibu akan mengalami stres tingkat tinggi dan dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi janin. Nah, apa saja yang harus Ibu perhatikan dan persiapkan sebelum hari melahirkan tiba? Berikut adalah beberapa langkah yang bisa membantu Ibu bersiap-siap:

Kendalikan Emosi

Emosi merupakan sisi psikologi seorang manusia. Emosi dapat berubah tergantung dari keadaan yang dihadapi oleh seseorang. Hal ini juga berlaku bagi Ibu yang akan menjalani proses melahirkan.

Seiring persiapan kelahiran, kondisi emosional seorang wanita akan dengan cepat berubah. Pada umumnya mereka akan berubah menjadi panik, cemas, ketakutan, dan merasa tertekan. Hal ini dianggap wajar, namun apabila Ibu tidak dapat mengontrol emosi mereka dengan baik maka dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi janin.

Apabila Ibu sebentar lagi akan melahirkan, maka sebaiknya Ibu tetap bersikap tenang. Ketenangan Ibu dalam menghadapi proses kelahiran akan sangat dibutuhkan. Mungkin bagi Ibu yang telah melahirkan lebih dari satu kali, proses kelahiran akan menjadi lebih rileks karena telah merasakan bagaimana rasanya melahirkan.

Namun bagaimana dengan Ibu yang baru pertama kali menghadapi proses persalinan? Tentu kondisi emosionalnya akan berbeda dengan wanita yang sudah lebih dari satu kali melahirkan. Bagi Ibu yang baru pertama kali menghadapi proses persalinan, Ibu harus lebih banyak berdoa dan menenangkan diri. Ibu disarankan untuk berpikiran positif, pikiran positif akan mendorong energi positif pula dan hal ini akan sangat membantu Ibu selama proses persalinan.

Agar Ibu lebih siap menghadapi persalinan pertama kali, sebaiknya ketahui tanda-tanda mau melahirkan berikut ini yuk: Tanda-Tanda Mau Melahirkan Sudah Dekat

Latihan Peregangan Otot

Bagi Ibu juga disarankan untuk meregangkan otot dengan berjalan kaki dan berlatih pernafasan sebelum proses persalinan. Hal ini penting karena dapat meningkatkan vitalitas Ibu menjelang hari kelahiran si bayi.

Namun Ibu patut mewaspadai aktivitas yang menyebabkan Ibu merasa kelelahan. Ingatkan diri sendiri menjelang proses persalinan bahwa Ibu ingin melihat bayi Ibu lahir dengan keadaan sehat. Pikiran seperti ini akan memotivasi Ibu untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi menjelang proses kelahiran. 

Tentu saja Ibu ingin melihat bayi Ibu lahir dengan sehat bukan? Nah, untuk itu Ibu wajib mempersiapkan diri baik dari segi kesehatan jasmani maupun mental.

Tanda-tanda Persalinan

Tanda-tanda Persalinan Tinggal Menghitung Hari

Tanda-tanda bahwa persalinan tinggal menghitung hari dapat bervariasi, tetapi beberapa yang umum termasuk:

Kontraksi Semakin Kuat

Salah satu tanda utama bahwa persalinan tinggal menghitung hari adalah kontraksi yang semakin kuat dan lebih teratur. Kontraksi ini berbeda dari kontraksi Braxton-Hicks atau kontraksi palsu yang mungkin telah Ibu alami sepanjang kehamilan. 

Kontraksi asli semakin kuat, lebih panjang, dan lebih teratur dalam interval waktu yang lebih pendek. Ibu mungkin merasakan bahwa kontraksi ini lebih fokus pada area perut bawah dan panggul. Kontraksi ini adalah cara tubuh mempersiapkan rahim untuk pembukaan serviks dan persalinan yang akan datang.

Bedakan dengan kontraksi palsu melalui penjelasan di halaman ini yuk: Kontraksi Palsu (Braxton-Hicks) pada Hamil Tua

Nyeri di Perut atau Punggung Bawah

Selama tahap persalinan yang mendekati hari-H, Ibu mungkin merasakan nyeri atau ketidaknyamanan di perut bawah atau punggung bawah. Nyeri ini sering kali bersifat reguler.

Nyeri ini dapat berbeda-beda antara satu wanita dan yang lain, tetapi seringkali terasa seperti kram perut atau nyeri punggung yang terus-menerus. Ini adalah tanda bahwa rahim Ibu mulai bersiap untuk proses pembukaan serviks dan persalinan.

Keluar Lendir Disertai Darah

Salah satu tanda tanda persalinan tinggal menghitung hari adalah keluarnya lendir dari saluran vagina yang disertai dengan darah. Lendir ini seringkali memiliki warna merah muda atau merah kecokelatan dan dapat terlihat seperti lendir darah. 

Tanda ini menunjukkan bahwa leher rahim mulai mengalami perubahan dan sedang bersiap untuk membuka. 

Rahim Melebar

Ibu mungkin merasa bahwa posisi rahim lebih rendah dan lebih melebar daripada sebelumnya. Ini adalah salah satu indikasi bahwa rahim sedang bersiap untuk memulai proses persalinan.

Melebarnya rahim akan membantu membuka leher rahim dan memungkinkan bayi untuk turun ke panggul, persiapan untuk proses persalinan yang akan datang.

Janin Turun ke Panggul

Ketika persalinan mendekat, seringkali terjadi penurunan berat bayi ke panggul ibu. Ibu mungkin merasakan perubahan dalam posisi janin, di mana kepala bayi mulai menekan lebih kuat ke arah panggul. 

Penurunan kepala ini adalah tanda bahwa tubuh sedang bersiap untuk memulai persalinan, dan biasanya disertai dengan perasaan lebih nyaman pada pernapasan karena tekanan dari rahim pada diafragma berkurang.

Perubahan Emosi

Mendekati hari persalinan, banyak wanita mengalami perubahan emosi yang signifikan. Perasaan cemas, gelisah, dan antisipasi yang tinggi adalah hal yang umum. 

Ibu mungkin merasa lebih dekat dengan momen saat Ibu akhirnya bertemu dengan bayi, tetapi juga bisa merasa tegang atau tidak sabar menunggu. Perubahan emosi ini adalah respons alami terhadap perubahan besar yang akan terjadi dalam hidup Ibu dan menghadapi tantangan persalinan.

Lebih Sering Kencing

Mendekati hari persalinan, beberapa ibu mungkin mengalami peningkatan dorongan untuk buang air kecil. Ini terjadi karena bayi menekan kandung kemih, menyebabkan kapasitasnya berkurang dan seringkali mengakibatkan lebih seringnya berkemih.

Ketuban Pecah

Ketika ketuban pecah, ini adalah tanda bahwa persalinan sudah mendekat. Namun, penting untuk diingat bahwa waktu yang diperlukan untuk melahirkan setelah ketuban pecah dapat bervariasi secara signifikan antara satu ibu dan yang lain. 

Pada umumnya, setelah ketuban pecah, persalinan harus dimulai dalam waktu 24 jam untuk mengurangi risiko infeksi. Namun, banyak ibu akan mulai mengalami kontraksi dalam beberapa jam setelah ketuban pecah, sementara yang lain mungkin memerlukan lebih banyak waktu. 

Itulah beberapa tanda-tanda persalinan tinggal menghitung hari. Jika ketuban pecah, penting untuk segera menghubungi tenaga medis atau bidan dan mengikuti panduan yang mereka berikan. Mereka akan memantau kondisi Ibu dan memberikan arahan sesuai dengan perkembangan persalinan.

Tanda Bahaya Kehamilan

Berikut ini adalah beberapa tanda bahaya kehamilan antara lain :

1.    Perdarahan dari vagina

     Ibu hamil harus waspada jika mengalami pendarahan, hal ini bisa menjadi tanda bahaya yang dapat mengancam baik pada janin maupun ibu. Jika mengalami pendarahan pada saat usia kehamilan muda, bisa menjadi tanda mengalami keguguran, kehamilan anggur atau kehamilan di luar kandungan yang terganggu. Namun, jika mengalami pendarahan pada usia hamil tua, bisa menjadi pertanda plasenta menutupi jalan lahir.

2.    Mual dan muntah terus menerus

     Pada trimester pertama kehamilan ibu hamil sering mengalami mual-muntah. Namun jika mual-muntah tersebut terjadi terus-menerus dan berlebihan bisa menjadi tanda bahaya pada masa kehamilan. Hal itu dikarenakan dapat menyebabkan tubuh lemah, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, kekurangan gizi, dehidrasi, dan penurunan kesadaran. Jika ibu hamil mengalami hal ini segera datang ke pelayanan kesehatan untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

3.    Demam

     Hal ini harus diwaspadai oleh ibu hamil karena bisa saja menandakan adanya infeksi, ibu hamil yang mengalami demam tinggi harus segera periksa ke pelayanan kesehatan untuk mendapat penanganan lebih cepat.

4.    Janin kurang aktif bergerak

     Jika gerakan janin dirasa berkurang atau tidak aktif bergerak atau bahkan tidak bergerak segera datang ke pelayanan kesehatan untuk memastikan kondisi janin. Hal ini merupakan salah satu tanda bahaya pada masa kehamilan. Berkurangnya gerakan janin bisa disebabkan oleh kondisi ibu atau kondisi janin yang bersangkutan.

5.    Bengkak-bengkak di beberapa bagian tubuh

     Perubahan bentuk tubuh seperti penambahan berat badan sering dialami oleh ibu hamil. Ibu juga bisa mengalami bengkak- bengkak pada tangan kaki dan wajah. Akan tetapi jika disertai dengan adanya keluhan pusing kepala, pandangan kabur, nyeri ulu hati, atau kejang, ibu hamil segera periksa ke pelayanan kesehatan karena bisa saja merupakan tanda terjadinya pre eklampsia pada ibu hamil.

6.    Air ketuban pecah sebelum waktunya

     Jika ibu hamil merasakan air ketuban pecah sebelum waktunya melahirkan, segera periksa ke pelayanan kesehatan. Hal ini dapat membahayakan kondisi ibu dan janin, bisa mempermudah terjadinya infeksi dalam kandungan dan bisa saja tanda terjadi persalinan prematur.

     Nah, bunda itulah beberapa tanda bahaya kehamilan yang harus bunda ketahui agar bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jika bunda  mengalami salah satu atau lebih tanda bahaya tersebut segera datang ke pelayanan kesehatan.

Tanda-tanda Kehamilan

Melansir dari American Pregnancy Association, tidak semua wanita menunjukkan tanda-tanda hamil yang seragam. Ada yang mengalami mual dan muntah tapi tidak merasa kram perut implantasi atau sebaliknya. Bahkan, wanita yang sudah pernah hamil mungkin saja mengalami tanda hamil yang berbeda di setiap kehamilannya. Ini terjadi karena tubuh setiap wanita pasti berbeda, sehingga bagaimana mereka bereaksi terhadap perubahan pada tubuhnya juga akan berbeda.

Berikut ciri-ciri hamil yang paling umum dialami.

1. Terlambat menstruasi

Terlambat menstruasi adalah tanda pasti hamil yang paling umum dialami. Biasanya, ciri-ciri hamil adalah tidak terjadinya menstruasi setelah 4-5 hari atau lebih sejak tanggal seharusnya. Jika ada pembuahan, sel telur akan menempel di dinding rahim dan terus berkembang menjadi janin dalam waktu 9 bulan. Setelah implantasi, tubuh akan melepaskan hormon HCG yang bertugas menjaga kehamilan. Hormon ini juga yang memerintahkan indung telur untuk berhenti memproduksi sel telur baru ketika hamil. Oleh karena itu, tidak akan ada sel telur yang luruh menjadi darah haid. Namun, perlu calon ibu pahami bahwa terlambat menstruasi juga bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya yaitu ketidakseimbangan hormon.

2. Perubahan payudara dan puting

Perubahan payudara termasuk tanda tidak pasti dari gejala hamil muda yang ibu rasakan. Ini karena perubahan tersebut bisa menyerupai gejala yang biasa dialami menjelang menstruasi. Munculnya ciri-ciri hamil ini karena peningkatan jumlah hormon progesteron serta estrogen. Payudara ibu hamil umumnya akan terasa lebih kencang. Bahkan, dalam beberapa kasus, payudara terasa nyeri, sensitif, dan tidak nyaman. Selain itu, warna putingnya juga memerah dan menonjol serta areola (area sekitar puting) berubah warna menjadi lebih hitam.  Ibu juga akan melihat garis-garis urat pada area di sekitar puting susu. Hormon kehamilan meningkatkan aliran darah menuju area tersebut demi mempersiapkan produksi ASI.

3. Mual dan muntah

Salah satu tanda-tanda hamil yang umum dirasakan adalah mual atau morning sickness. Mual dapat dialami dengan atau tanpa muntah. Meski lebih sering terjadi pada pagi hari, mual dan muntah saat hamil juga bisa terjadi sepanjang hari saat siang, sore, atau malam. Dilansir dari American Pregnancy Association (APA), lebih dari 50 persen wanita hamil mengalami morning sickness. Sebagian wanita hamil akan terus mengalami tanda awal kehamilan ini sampai trimester kedua atau bahkan hingga tiba waktu persiapan melahirkan.

4. Cepat lemas dan lelah

Tubuh yang terasa mudah lelah dan lemah meski tidak melakukan sesuatu yang berat bisa menjadi tanda-tanda hamil, meski belum pasti. Ibu hamil bisa mengalami kelelahan luar biasa bahkan saat usia kehamilannya baru satu minggu. Penyebabnya, yaitu hormon progesteron selama masa awal kehamilan yang membuat calon ibu lebih cepat mengantuk.  Selain itu, tubuh ibu akan melemahkan sistem imunnya sebelum implantasi agar embrio dapat melekat dan menetap di rahim.

5. Sering buang air kecil

Sering buang air kecil merupakan tanda awal kehamilan yang paling sering tidak disadari. Biasanya, kondisi ini mulai terjadi sekitar 6-8 minggu setelah pembuahan. Pada awal kehamilan, sering kencing diakibatkan oleh tingginya hormon hCG. Hormon hCG menyebabkan peningkatan aliran darah ke ginjal sehingga meningkatkan produksi urine. Perubahan hormon juga membuat kandung kemih jadi lebih sensitif, sehingga lebih sulit menahan pipis. Semakin besar usia kehamilan, maka ibu akan lebih sering pipis karena kandung kemih yang tertekan oleh rahim. Refleks, seperti bersin, batuk, atau tertawa juga mungkin dapat membuat ibu mengompol tanpa sadar.

Ciri-ciri hamil muda yang kurang umum

Selain tanda-tanda hamil yang sudah disebutkan sebelumnya, ada juga ciri hamil yang kurang umum, seperti berikut ini.  

1. Sembelit

Sembelit atau buang air besar tidak teratur mungkin juga menjadi salah satu tanda-tanda hamil akibat kenaikan hormon progesteron. Ketika hormon progesteron tinggi, pergerakan usus jadi lebih lambat. Ini membuat ibu lebih sulit mengeluarkan feses. 

2. Mood swing

Selain sering pipis, tanda-tanda hamil yang tidak banyak wanita sadari adalah mood swing. Ibu yang hamil muda rentan marah karena mood-nya menjadi tidak stabil dan mudah berubah-ubah. Ciri-ciri hamil muda ini terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh yang dapat menyebabkan ibu hamil gelisah dan mudah marah. 

3. Sakit kepala

Sakit kepala adalah tanda-tanda hamil yang mungkin sebagian wanita alami. Penyebab sakit kepala adalah peningkatan hormon secara tiba-tiba dan aliran darah. Tubuh akan menampung sekitar 50 persen volume darah tambahan saat sedang mengandung. Lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari sakit kepala.

4. Indera penciuman lebih sensitif

Menurut studi terbitan jurnal Frontiers in Psychology, kepekaan hidung untuk mencium bau akan meningkat drastis selama masa kehamilan. Saat mencium bau tertentu, sebagian ibu hamil muda dapat mengalami tanda-tanda hamil, seperti mudah merasa pusing, mual dan muntah, atau bahkan rusak suasana hatinya. Padahal, mereka mungkin tidak merasa terganggu dengan aroma tersebut sebelum hamil. Kondisi ini juga memengaruhi ibu hamil saat ngidam. Selera makan ibu hamil mungkin berubah karena mencium bau makanan tertentu. 

5. Keluar bercak darah (flek) dari vagina

Bercak darah sebagai tanda-tanda hamil berbeda dari darah menstruasi. Kondisi ini disebut dengan perdarahan implantasi. Flek saat hamil ini muncul ketika embrio menempel pada dinding rahim dan membuatnya terkikis. Perdarahan implantasi muncul hanya berupa 1-2 tetes darah berwarna merah muda, kekuningan, atau kecokelatan.

6. Kram perut

Kram perut adalah juga terjadi akibat proses implantasi embrio. Maka dari itu, tanda hamil ini biasanya muncul bersamaan dengan flek darah.  Untuk membedakan kram perut tanda-tanda hamil dan gejala menstruasi, perhatikan keparahan dan lokasi sakitnya. Kram perut sebagai ciri hamil muda umumnya tidak terlalu sakit, hanya seperti dicubit dan berlangsung singkat. Kondisi ini juga cenderung terpusat pada satu titik lokasi saja. Sebagai contoh, jika embrio menempel pada sisi kiri rahim, kram akan lebih terasa pada perut sebelah kiri. Kram bisa mulai terasa segera setelah ovulasi, tapi mereda dalam hitungan jam.  Jika nyerinya berlangsung lama hingga berhari-hari dan sakitnya terasa menyeluruh, ini kemungkinan besar kram gejala menstruasi.

7. Perubahan nafsu makan

Pada trimester pertama, perubahan nafsu makan mulai terlihat. Sebagian calon ibu dapat mengalami penurunan selera makan akibat mual dan muntah. Namun, sebagian lainnya tidak mengalami morning sickness dan nafsu makannya justru meningkat. Ini adalah kondisi yang wajar terjadi karena janin bertumbuh dalam kandungan. 

8. Rambut rontok

Menurut American Pregnancy Association, rambut rontok adalah salah satu tanda-tanda hamil yang umum terjadi. Umumnya, ada 40-50 persen wanita hamil yang mengalami rambut rontok. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon.

9. Sakit pinggang

Sakit pinggang adalah salah satu tanda-tanda hamil yang kerap terjadi. Lokasi nyeri tepatnya berpusat di bagian bawah punggung. Nyeri pinggang ini bergantung pada usia kehamilan, tidak ada hubungannya dengan kembung, sembelit, atau kram implantasi. Untuk mengatasi hal ini, jaga posisi tidur ibu hamil pada malam hari dengan benar agar mencegah sakit pinggang bertambah parah.

10. Suhu tubuh tinggi

Suhu tubuh yang tinggi juga bisa menjadi tanda-tanda hamil. Namun, ini bukan demam, melainkan kenaikan suhu internal tubuh saat baru bangun pagi. Suhu tubuh sewaktu bangun pagi disebut dengan Suhu Tubuh Basal (BBT). Suhu BBT dapat naik setelah ovulasi karena peningkatan progesteron setelah masa ovulasi. Kenaikan suhu tubuh basal yang berlangsung selama 18 hari atau lebih termasuk tanda-tanda hamil paling awal.

11. Perut kembung

Jika rasa mual dan ingin muntah terjadi bersamaan dengan sensasi perut kembung, ini bisa jadi ciri-ciri hamil muda yang patut ibu pertimbangkan. Perut kembung biasanya muncul pada sekitar minggu ke-4 sampai minggu ke-6 usia kehamilan. Kembung terjadi karena peningkatan hormon progesteron awal kehamilan juga dapat memperlambat sistem pencernaan.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai